Wednesday, 2 July 2014

Jika sebelumnya kita belajar optimasi kode dengan meminimalisir penulisan dan efisiensi logika, sekarang kita akan bermain pada akses data. Akses data tidak hanya berdasar pada database saja, bisa saja kita mengambilnya dari nilai variabel, isi dari file, database, hingga API service. Tujuannya adalah sama seperti artikel sebelumnya, hanya saja akan kita tambahkan seberapa mudah data tersebut diakses.

Pemakaian Array sebagai Function Argument

Kode sebelumnya yang sudah kita optimasi sebagai berikut.

Fungsi diatas menyediakan 2 argumen, tentu saja masih mudah diingat. Namun bagaimana dengan lebih dari 4-10 argumen? Belum lagi ada argumen opsional dan argumen yang harus diisi. Contoh kasusnya misalkan : Saya ingin memberi warna secara manual melalui argumen fungsi diatas. Warna ini bersifat opsional, tidak harus ada pun warna akan mengikuti bawaan fungsi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saya berusaha merubah kode diatas menjadi seperti ini :

Kemudian saya juga ingin menambahkan angka looping sesuai keinginan saya. Kembali, kode akan saya rubah seperti berikut

Ini masih bisa dibilang mudah dibaca apabila deklarasi fungsi masih satu file dengan pemakaian fungsi. Bagaimana jika pemakaian fungsi terpisah dengan deklarasi fungsi? Bagaimana teman anda bisa mengetahui argumen apa yang harus diisi pertama? Maka dari itu, dalam pembuatan fungsi, anda harus mempertimbangkan hal berikut :

  1. Apakah argumen itu harus ada atau hanya opsional?
  2. Seberapa mudah argumen yang anda sediakan dalam fungsi itu mudah dibaca?

Untuk itu saya sarankan dalam pembuatan fungsi sebagai berikut

  1. Apabila jumlah argumen tidak lebih dari 3, maka pakai saja argumen biasa.
  2. Apabila jumlah argumen melebihi dari 3, jadikan argumen yang sering dipakai menjadi argumen biasa, sisanya kumpulkan satu argumen berupa array.
  3. Apabila argumen-argumen yang anda sediakan semua bersifat opsional, pakai satu argumen berupa array.

Contoh jumlah argumen tidak lebih dari 3 ada pada fungsi diatas yang belum kita modifikasi. Berikut ini adlah contoh untuk saran nomor 2 dengan mengoptimasi modifikasi fungsi terakhir

 Pemakaian Array sebagai collection variable

Anggap saja saya ingin menyimpan transkrip pesan yang ada diatas. Agar lebih cepat, mungkin kode diatas akan saya rubah seperti ini.

Well, transkrip diatas mungkin sesuai dengan kebutuhan kita. Tapi perhatikan, kita melanggar faktor Reusable Code yang sudah kita terapkan pada artikel sebelumnya. Untuk itu, agar efisien, kode diatas akan kita rubah sebagai berikut.

Kita sudah kembali ke jalan yang benar, dengan mengikuti aturan reusable code. Namun, masih ada yang tidak pas, yaitu ada logika yang tidak lazim pada kode diatas. Kita sudah menggunakan fungsi untuk menampilkan pesan, alangkah baiknya penyimpanan transkrip ini juga kita lakukan sesaat setelah penampilan pesan dan berada dalam fungsi action. Kode diatas akan saya optimasi menjadi seperti ini.

Nah, sampai disini dulu tentang optimasi kode ini. Pada artikel selanjutnya, saya akan coba pandu anda merubah prosedural menjadi object-oriented programming. Semoga bermanfaat. :)



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | Amazon Wordpress | rfid blocking wallet sleeves


sumber : Media Bisnis Online Indonesia

Baca selengkapnya di --> Optimasi Kode Anda untuk Meningkatkan Performa Aplikasi Berbasis PHP – Bagian 2



Share Artikel ini! »»

0 comments:

Post a Comment