Bisnis kuliner masih menyisakan ceruk pasar yang menganga.
Tidak hanya menu makanan daging ayam atau sapi yang sudah populer,
daging kambing pun telah memiliki penggemar yang tidak sedikit. Ini
membuat Yundi Cedarta optimistis menjalankan usaha resto Kambing Bakar
Zam Zam (KBZZ) pada 2009 lalu di Cirebon.
Saat ini, resto Kambing Bakar Zam Zam baru ada satu gerai, di
Cirebon. Agar usaha berkembang, Yundi menawarkan kemitraan pada 2013.
Stefanus Dudi Hadmojo, staf pemasaran KBZZ, mengatakan, kini manajemen
sedang memproses pembukaan gerai milik mitra di Purwokerto dan Bogor.
Sesuai dengan namanya, daging kambing bakar adalah makanan unggulan
resto ini. Selain itu, ada beberapa menu kambing lainnya, seperti
kambing goreng dan sop kambing. Harga jual dibanderol mulai Rp 35.000
sampai Rp 55.000 per porsi.
Jika tertarik menjadi mitra, Kambing Bakar Zam Zam menawarkan tiga
paket berbeda. Pertama, paket KBZZ 1 seharga 400 juta rupiah.
Perinciannya, sebesar Rp 50 juta untuk bahan baku awal, Rp 230 juta
untuk fasilitas dan perlengkapan, serta Rp 120 juta untuk biaya
kerjasama. Dalam paket ini, mitra harus menyiapkan lokasi dengan luas
minimum 138 m². Jumlah karyawan sebanyak 12 orang.
Tawaran paket kedua bernama KBZZ2 seharga Rp 600 juta. Perinciannya
adalah Rp 50 juta untuk bahan baku awal, perlengkapan senilai Rp 370
juta, dan biaya kerjasama sebesar Rp 180 juta. Mitra menyediakan lokasi
minimal 187,5 m² dengan karyawan sebanyak 18 orang.
Adapun paket ketiga bernama KBZZ3 seharga Rp 1 miliar. Di paket ini
sudah termasuk bahan makanan senilai Rp 100 juta, perlengkapan seharga
Rp 600 juta, dan biaya kerjasama Rp 300 juta. Tempat usaha pada paket
ketiga minimum seluas 375 m² dengan jumlah karyawan 30 orang.
Dalam kerjasama ini, Dudi menjelaskan, manajemen pusat akan
mengendalikan operasional cabang mitra secara keseluruhan. Untuk
transparansi, mitra akan mendapat laporan keuangan secara lengkap tiap
bulan.
Target omzet dan balik modal mitra tergantung dari paket yang
dipilih. Untuk paket pertama, mitra diharapkan bisa meraih omzet sekitar
Rp 84 juta per bulan. Setelah dipotong biaya bahan baku dan pengeluaran
lainnya, laba bersih bisa sekitar Rp 7,2 juta per bulan. "Balik modal
sekitar 56 bulan untuk paket ini," ujar dia.
Manajemen pusat saat ini sedang menggodok sistem usaha bagi hasil.
Mitra akan ikut mengelola resto. Selain itu, ada ide konsep gerobak
dengan investasi lebih murah.
Konsultan waralaba Evi Diah Puspitawati mengatakan bahwa calon
investor harus berhati-hati menimbang bisnis resto kambing, karena tidak
semua orang suka makan kambing. "Juga harus ada keunikan konsep usaha
agar bisa bersaing," kata dia. (bn/kontan.co.id)
Kambing Bakar Zam Zam
Jalan Gatot Subroto No 72, Purwokerto, Jawa Tengah.
HP: 0815 6845 5758.
sumber : Tawaran Waralaba Bisnis Kambing Bakar Ini Cukup Menggiurkan
Baca selengkapnya di --> Tawaran Waralaba Bisnis Kambing Bakar Ini Cukup Menggiurkan
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment