Apa bedanya kecanduan kerja atau workaholic dengan mereka yang rajin bekerja? Dari luar memang terlihat nggak ada bedanya. Tapi, orang yang rajin bekerja belum tentu sebenarnya workaholic.
Ada yang rajin bekerja dan memberikan hasil yang baik atau kita sebut high performer. Ada pula yang rajin bekerja tapi karena rasa tidak aman (insecurity) dan itu yang kita sebut dengan workaholic.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Jullie Gordon, pelatih bisnis profesional asal Amerika Serikat, menunjukkan bahwa perbedaan besar keduanya terletak pada pemahaman akan diri mereka dalam hal hubungan dengan pekerjaan.
Mereka yanghigh performer,bekerja keras dengan cara yang berkelanjutan dan kerap merasa bahagia serta terinspirasi. Sedangkan workaholic bekerja keras dengan cara yang tidak sehat dan merasa tidak bahagia serta kelelahan.
Nah, berikut perbedaan lainnya:
High performer memegang nilai-nilai. Workaholic membiarkan orang lain menentukan nilai-nilai yang ia harus pegang. Gordon mengatakan bahwa high performer tahu bahwa diri mereka berharga,dan oleh karena itu mereka bekerja dengan rasa bebas. Mereka secara periodik mengevaluasi performanya sehingga secara konstan berkembang lebih baik.
Sedangkan workaholic sebaliknya, menggantungkan orang lain misalnya bos, kolega, dan klien. Mereka cenderung menunggu evaluasi dari pihak luar, contohnya ulasan semester atau tahunan, untuk memahami seberapa baik mereka bekerja. Nah, hal itulah yang membuat mereka bekerja dengan perasaan takut.
High performer berbisnis. Workaholic menyibukkan diri. Tujuan utama dari high performer adalah berbisnis atau dengan kata lain hasil akhir. Gordon mengatakan bahwa apabila tipe pekerja ini melihat cara bekerjanya tak memberikan hasil yang diharapkan, maka mereka menyusun strategi.
Sedangkan tujuan utama workaholic adalah menyibukkan diri sepanjang waktu. Menurut Gordon para workaholic merasa perlu menyibukkan dirinya karena mereka khawatir ketika tidak melakukan apapun. Rasa khawatir itu timbul karena mereka tak memegang nilali-nilai.
High performer memberikan 100% upayanya di saat yang tepat. Workaholic memberikan upayanya 100% di setiap saat. High performer tahu kapan harus bekerja 100%, kapan harus beristirahat dan melakukan kehidupannya yang lain.
Sedangkan workaholic bekerja 100% setiap saat tanpa peduli dengan kehidupan pribadi dan sosialnya.Mereka tak bisa memprioritaskan mana saja hal yang perlu.
Tipe pekerja yang manakah Anda?
(Businessinsider)
Relatedsumber : Beda Tipis Antara Kecanduan Kerja dan Rajin Bekerja
Baca selengkapnya di --> Beda Tipis Antara Kecanduan Kerja dan Rajin Bekerja
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment