Tidak
semua orang sampai di dunia teknologi karena mereka sudah menggelutinya
sejak kecil atau karena sudah mempelajarinya di dunia kuliah. Ben
Feibleman terjun ke teknologi secara tidak sengaja.
Semua berawal dari masuknya Ben ke satuan Marinir AS. Ia kemudian
memutuskan kuliah di jurusan Ilmu Politik di Columbia University. "Saya
hendak menjadi diplomat,"ujarnya.
Namun, cita-citanya berubah tatkala ia berpikir,"Apa yang saya bisa lakukan secara mandiri?"
Pertanyaan itu pun menggiringnya ke sebuah pertemuan dengan seorang
pemodal ventura di Korps Marinir di New York. Ia diundang untuk
mempelajari trik berdagang.
"Dalam beberapa bulan, saya berkenalan dengan dunia startup teknologi di New York dan Israel,"kenangnya.
Ben kemudian mendirikan sebuah startup dengan teknologi kloning suara
yang sangat mengesankan penanam modal. Akhirnya ia menjalani dunia
entrepreneurship dan meninggalkan impiannya menjadi diplomat.
Pria 30 tahun yang menjabat sebagai Wakil Pimpinan untuk Pengembangan
Bisnis dan Strategi ini membidik kaum veteran. Ia memberikan solusi
atas masalah-masalah yang kalangan veteran hadapi seperti bagaimana
kembali dari medan perang ke kehidupan nyata.
"Banyak veteran tidak tahu apa yang harus mereka lakukan setelah dikembalikan ke tengah masyarakat sipil,"ujar Ben.
Ia menciptakan TAPS, sebuah program buntuk menbantu transisi bagi
kaum veteran yang dilakukan dengan pantauan dan asistensi Departemen
Tenaga Kerja AS. Bentuknya adalah kelas-kelas yang memberikan
pengetahuan yang mereka butuhkan untuk kembali ke tengah kehidupan yang
damai dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat. (ap)
sumber : Ben Feibleman, Tinggalkan Impian Diplomat Demi Entrepreneurship
Baca selengkapnya di --> Ben Feibleman, Tinggalkan Impian Diplomat Demi Entrepreneurship
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment