Thursday, 12 June 2014







Jangan mudah percaya dengan orang yang mengaku sebagai pakar atau ahli. Mereka biasanya tidak tahu. Itulah yang saya pelajari dari mendiang Steve Jobs!



Mereka mungkin bisa mengkritik apa yang sudah Anda lakukan di masa
lalu, mencaci kesalahan dan cacat dalam produk Anda tetapi mereka tidak
dapat mengatakan pada Anda apa yang harus dilakukan di masa datang.
Mereka hanya bisa mencela yang sudah Anda perbuat. Dan menurut saya
itulah yang terpenting yang harus diketahui entrepreneur dan inovator.



Bila Anda sungguh-sungguh ingin mengubah dunia dan ingin menjadi
inovator, Anda tidak bisa terus menerus mendengarkan perkataan para
pakar itu karena mereka hanya bisa melayangkan kritikan.



Inilah beberapa contoh bagaimana para pakar bisa berbuat kesalahan.
Saya pikir ada pasar yang tersedia untuk 5 komputer di dunia, demikian
kata Thomas Watson pimpinan IBM. Singkatnya ia meramalkan akan ada 5
komputer saja di dunia ini. Tetapi saya saja sekarang sudah memiliki 5
komputer Mac di rumah. Saya punya 5 komputer yang ia pikir akan dimiliki
orang di dunia.



Contoh kedua ialah telepon. Pada awalnya, Western Union pernah
mengatakan telepon tidak memiliki manfaat baginya. Western Union saat
itu besarnya bagaikan Paypal saat ini. Namun, WU tidak bisa berpindah
dari telegraf ke telepon karena berbagai alasan. Saya pikir WU ingin
melatih orang kode morse untuk bisa menggunakan telegraf .



Itulah yang mirip terjadi dengan komputer. Komputer tidak diramalkan
begitu banyak digunakan seperti sekarang, terutama di rumah tangga,
sebagaimana dikatakan Ken Olsen (pendiri Digital Equipment Corporation
tahun 1977).



Mereka inilah yang saya sebut sebagai 'bozo', seseorang yang tidak
penting, kasar dan bodoh. Mereka tidak tahu ke arah mana mereka
berjalan. Kebodohan ini bisa menular layaknya virus flu. Dan seperti
flu, ia bisa dicegah dengan mempelajari kesalahan-kesalahan mereka di
masa lalu.




Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | Amazon Wordpress | rfid blocking wallet sleeves


sumber : Jangan Dengarkan Para Pakar, Mereka Cuma Bisa Mengkritik!

Baca selengkapnya di --> Jangan Dengarkan Para Pakar, Mereka Cuma Bisa Mengkritik!



Share Artikel ini! »»

0 comments:

Post a Comment