Sebelum ngomong komunikasi plus empati, kita perlu ingat bahwa sebenarnya bahwa komunikasi itu memegang peranan yang cukup penting. Coba saja kita ingat, hamper setiap menit kita berkumunikasi. Dirumah kita berkomunikasi dengan orangtua, saudara, pembantu. Di sekolah ada komunikasi dengan guru. Di organisasi juga. Di masyarakat tidak beda.
Dengan berkomunikasi, kita menyatakan pendapat, mengajukan permohonan, meminta pertolongan, menawarkan solusi, menyampaikan instruksi dan memberikan informasi kepada orang lain yang kita ajak berkomunikasi. Jelaskan komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kita, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan sosila kita. Ada yang mengatakan bahawa dalam kehidupan social tidak ada yang lebih penting dari pada kemampuan brkomunikasi yang efektif. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa membantu menyelesaikan banyak masalah dan mendatangkan keuntungan bagi kita.
Agar komunikasi bisa sukses, para pelaku komunikasi harus memperhatikan dan menerapkan prinsipkomunikasi empatik berikut.
1. Mencari informasi selengkap-lengkapnya.
Dalam berkomunikasi, cobalah terlebih dahulu mencari informasi yang selengkap-lengkapnya sebelum memberikan komentar. Jika kita hanya memiliki sepenggal informasi, jangan langsung memberikan opini. Dan menyatakan pendapat berdasarkan informasi yang belum lengkap tersebut.
2. Berusaha mengerti baru dimengerti
Dalam bekomunikasi, ada baiknya bagi kita untuk terlebih dahulu mencoba mengerti, sebelum menuntut untuk dimengerti. Dengan mengerti permasalahan yang sebenarnya, serta mengerti lawan bicara, akan lebih mudah bagi kita untuk memahami apa yang dikomunikasikan orang tersebut., dan akan lebih mudah lagi bagi kita untuk memberikan pendapat, masukan yang dapat dimengerti lawan bicara.
3. Diagnosa sebelum merespon.
Sebelum kita memberikan jawaban, masukan maupun pendapat, diagnosis dahulu secara teliti permasalahan yang dihadapi lawan bicara. Setelah kita mengetahui permasalahannya dengan jelas baru kita bisa menjawab pertanyaan, solusi atau masukan yang diperlukan lawan bicara.
4. Keyakinan
Jika kita tersesat dan bertanya kepada orang yang kita temui tentang alamat yang kita cari, namun orang yang memberikan informasi tersebut tidak terlihat yakin dengan informasi yang diberikannya kepada kita, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan mengikuti petunjuk yang diberikan orang tersebut?
Jawaban dari situasi di atas kemungkinan besar “tidak”. Pada dasarnya, kita cenderung lebih percaya pada orang yang menunjukkan keyakinan diri tinggi. Jadi, jika kita berkomunikasi, pastikan apa yang kita komunikasikan sudah benar-benar kita kuasai dengan baik, dan benar-benar kita yakini kebenarannya. Jika kita sudah yakin, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan orang lain.
5. Fokus pada orang lain
Unsur dalam empati adalah memperhatikan orang lain. Ketika berkomunikasi, jika perhatian hanya terfokus pada diri sendiri, maka kegagalan komunikasilah yang akan terjadi.
Kita perlu lebih memfokuskan perhatian kita pada orang yang kita ajak berkomunikasi. Dengan memberikan focus perhatian kepada orang lain, maka orang tersebut merasa kita memperdulikannya. Jika kita telah memahami mereka, tentunya kita bisa mengkomunikasikan apa yang kiranya dapat menarik perhatian mereka, dan apa yang kiranya mau mereka terima ataupun dukung.
6. Kontak mata
Kontak mata merupakan bagian yang penting dalam berkomunikasi. Dengan melibatkan kontak mata dengan orang yang kita ajak bicara, kita memberi kesan kepada orang tersebut bahwa kita sungguh sungguh terhadap apa yang kita komunikasikan.
Kesungguhan kita ini tentunya akan mendorong lawan bicara memperhatikan dengan saksama apapun yang kita komunikasikan.
7. Senyum hangat
Senyuman memang merupakan senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan untuk membuka komunikasi. Senyuman yang tulus dan hangat dapat mengatasi berbagai hambatan dalam komunikasi, misalnya ketegangan, kecurigaan, kemarahan, kecemburuan dan lai lain.
Sebuah senyuman merupakan indikasi kita memilki emosi positif terhadap orang yang kita ajak berkomunikasi. Jika lawan bicara merasa kita “suka” berkomunikasi dengannya, akan lebih mudah bagi orang tersebut untuk menerima masukan, pendapat, ataupun solusi yang kita tawarkan kepadanya.
Nah, jika kamu merasa memiliki hambatan dalam berkomunikasi, cobalah terapkan komunikasi empatik di atas. Selamat berkomunikasi! :’)
sumber : MENGGUNAKAN EMPATI SAAT BERKOMUNIKASI
Baca selengkapnya di --> MENGGUNAKAN EMPATI SAAT BERKOMUNIKASI
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment