Tuesday, 17 June 2014

startup ecommerce indonesia andry suhaili pricearea

Andry Suhaili dan Bima Laga (Price Area) bersama tenant Skystar Venture

Perjalanan untuk menjadi enterpreneur yang sukses itu tidaklah mudah, ada saja hal-hal yang akan menghalangi jalan kesuksesan seseorang. Itulah yang dirasakan oleh Andry Suhaili, CEO PriceArea. PriceArea adalah situs perbandingan harga dari berbagai macam produk yang dijual secara online. Sekarang sudah ada 1 juta toko online yang bekerja sama dengan PriceArea. Beberapa hari yang lalu, PriceArea juga baru mengumumkan bahwa mereka telah diakuisisi oleh salah satu perusahaan mobile asal Korea, yaitu Yello Mobile. Akuisisi ini menunjukkan bahwa potensi startup Indonesia yang akan semakin berkembang untuk ke depannya. Dalam perbincangan santai bersama StartupBisnis,  Andry sempat mengatakan bahwa nilai harga jual PriceArea lebih dari Rp 50milyar. Tentu saja ini bukanlah jumlah dana akuisisi yang sedikit untuk startup yang sudah berjalan kurang lebih empat tahun lamanya .Lalu, bagaimana perjalanan Andry Suhaili dalam membangun PriceArea hingga bisa sebesar sekarang? Simak dalam tulisan berikut ini yang dirangkum dari sharing Andry Suhaili di Skystar Coworking Space.

One Does Not Simply, Becoming A Successful Entrepreneur. – Andry Suhaili, CEO PriceArea

Setelah menyelesaikan kuliah dari Los Angeles di bidang computer science dan animasi, Andry memang sudah berencana untuk menjadi seorang Entrepreneur. "Saya ingin menjadi entrepreneur karena saya ingin menjadi orang yang kaya raya dan sukses, selain itu keluarga saya juga dipenuhi oleh pengusaha, mereka mengajarkan saya bahwa jika ingin kaya raya dan sukses, saya harus menjadi seorang entrepreneur," ungkap Andry. Motivasi ini terus ia tanam dalam pikirannya hingga ia bisa berhasil meraih apa yang diinginkan.

Untuk mewujudkan mimpinya, ia memulai dengan membuka studio desain yang melayani jasa pembuatan logo, desain, kartu nama, dan masih banyak lagi. Tidak ingin bisnis begitu-begitu saja, Andry mulai memperluas layanan desainnya ke web desain dan juga web development. Dengan portofolio yang semakin banyak, Andry memikirkan bagaimana cara agar bisnisnya bisa membesar, lalu ia memutuskan untuk masuk ke dunia advertising offline. Dan akhirnya studio desain Andry menjadi Full Service Agency, yaitu agency yang melayani semua permintaan customer.

It's okay to fail, but you have to fail faster. – Marissa Mayer, CEO Yahoo

Kegagalan adalah makanan sehari-hari Andry, tetapi ia tidak pernah menyerah dan ia terus maju menghadapi kehidupan. Dalam perjalanannya membangun bisnis, Andry terus memegang pepatah dari Marissa Mayer tersebut. Pada tahun 2008 saat krisis keuangan, bisnis agency ini bangkrut karena klien mereka yang merupakan perusahaan-perusahaan besar seperti Toshiba, Sanyo, dan juga TopOne harus memotong anggaran iklan mereka hingga 50 persen. Akbiatnya, Andry harus mengecilkan timnya agar bisa terus berjalan, tetapi tim kecil ini tidak mampu bertahan dan akhirnya dengan berat hati ia harus menutup bisnis ini sepenuhnya.

Kegagalan tidak membuat Andry menyerah, ia terus memikirkan kendaraan yang bisa ia gunakan untuk menjadi kaya raya dan sukses. Setelah melalui berbagai ekseperimen dan uji coba, akhirnya ia mendirikan Adtorial.com. Bisnisnya kali ini masih berada di dunia advertising dengan tujuan untuk mengumpulkan semua orang yang bermain di dunia advertising dimana mereka bisa berbincang di forum, memamerkan hasil karya user, berita seputar dunia advertising dan masih banyak lagi. Sayangnya, Andry kembali memutuskan untuk meninggalkan bisnis ini karena bisnis ini tidak bisa di-scale atau dibesarkan. Hal ini disebabkan target pasarnya yang terlalu niche/spesifik, ini membuat Adtorial tidak bisa berkembang dengan lebih besar nantinya. Target pasarnya waktu itu hanya 220 perusahaan advertising dengan (anggap saja) rata-rata karyawan 20 orang. Ini berarti target pasarnya hanya 4400 orang. Kecil sekali.

Merasa masih tidak kehabisan ide, Andry memulai startup barunya dengan mendirikan sesuatu yang bisa menjadi besar, yaitu CekLagi.com. Ini adalah situs marketplace yang ditujukan untuk membantu para offline retailer seperti pedagang barang elektronik untuk menjual barangnya secara online. Tetapi, setelah berjalan selama dua tahun, lagi-lagi ia menutup bisnis ini dengan alasan karena bisnis semacam ini masih terlalu dini untuk pasar Indonesia. Barulah setelah itu ia mendirikan PriceArea.

Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Itulah hal yang saya alami ketika bertemu dengan East Venture – Andry Suhaili

Dengan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, Andry sudah mencapai titik "nothing to lose". Dengan semangat juang yang tinggi dan bermodalkan brosur yang menjelaskan apa itu PriceArea, ia datang ke Echelon (salah satu event startup terkenal di Asia) untuk membagikan brosur tersebut ke orang-orang yang datang ke acara ini. Dan akhirnya, brosur itu jatuh ke tangan East Venture. East Venture merasa tertarik dengan bisnis model PriceArea. Setelah melalui presentasi dan diskusi yang panjang, akhirnya East Venture menyuntikkan sejumlah dana ke PriceArea untuk mengembangkan produk PriceArea yang pada waktu itu masih dalam bentuk prototype.

Screenshot PriceArea startup ecommerce indonesia

Pada tahun 2012, PriceArea mendapatkan suntikan dana lagi dari Gree Venture yang sebagian besar digunakan untuk marketing. Dan akhirnya sekarang PriceArea telah diakuisisi oleh perusahaan asal Korea, yaitu Yello Mobile.

Dengan masuknya venture capital, berbagai bantuan datang ke PriceArea, mulai dari mentorship, network, dan solusi dari bermacam masalah. Andry sendiri mengakui bahwa ia tidak akan bisa bertahan menjalankan bisnis ini tanpa kehadiran investor. Investor banyak membantu pertumbuhan bisnisnya hingga bisa besar seperti saat ini.

Apa saja tiga value creation strategy terpenting dari PriceArea ?

Andry membagikan resep sukses dan beberapa komponen penting yang dibutuhkan untuk membangun PriceArea hingga bisa menjadi besar seperti saat ini.

1. Data

"Banyak orang yang masih berasumsi bahwa PriceArea itu adalah perusahaan search engine, media, dll. Tetapi, sebenarnya PriceArea itu adalah perusahaan teknologi," jelas Andry. Dengan mengandalkan teknologi sebagai bisnisnya, PriceArea bisa besar seperti sekarang karena mereka memiliki data yang luas dan akurat. Saat ini ada 15 juta data produk yang telah terdaftar di PriceArea dan ada satu juta penjual juga telah terdaftar di database. "Untuk mencari data produk dan penjual ini, kami harus membangun teknologi yang bisa meng-crawl informasi yang ada di suatu website, untuk mendapatkan informasi ini tidak mudah karena setiap toko online menggunakan teknologi dan bahasa pemrograman yang berbeda pula, jadi sampai sekarang ini masih menjadi tantangan kami untuk mengadaptasi teknologi kami supaya bisa crawling lebih banyak informasi lagi," ungkap Andry.

2. SEO

Sadar dengan pentingnya SEO bagi perkembangan startup, Andry mengakui bahwa peran SEO bagi bisnisnya sangatlah besar. "Bagi anda yang sedang menjalankan startup, saya ingin menekankan agar anda jangan pernah menunggu dalam memanfaatkan SEO, gunakan SEO secepat mungkin walaupun produk anda masih berada di tahap pengembangan," ujar Andry. Anda bisa memulainya dengan memesan nama domain dan menulis konten seputar bisnis anda. Saat ini PriceArea sedang berencana masuk ke pasar Thailand, oleh karena itu mereka sudah mengamankan nama domain dan mulai menulis hal-hal berkaitan dengan online marketing dalam bahasa Thailand.

Andry banyak melihat startup-startup yang sudah berjalan hingga 2-3 tahun tapi belum memainkan SEO. Ini adalah hal yang salah karena mereka telah melewatkan banyak peluang untuk mendapatkan customer yang potensial.

3. Mobile Version

PriceArea mencatat bahwa belakangan ini ada sekitar 75 persen pengunjung PriceArea menggunakan mobile. "Jika anda telat menggunakan SEO dan ingin mencoba mengalahkan website lain dalam hal akuisisi customer, anda harus bisa  memanfaatkan mobile version," jelas Andry. Dengan memiliki website yang teroptimasi dalam platform mobile, anda bisa meningkatkan pengunjung yang datang.

startup ecommerce indonesia exit price area

4. Pergi keluar dan bertanya dengan customer anda sebenarnya

"Pergilah keluar dan bertanya dengan customer anda sebenarnya. Jangan hanya menjadi orang yang terpaku dengan omongan dari orang yang sudah berpengalaman, anda juga perlu keluar untuk bertanya. Anda harus tahu apa yang diiingkan customer, apakah mereka ingin membayar produk anda atau tidak, dan jangan pernah menyuruh tim sales untuk bertanya karena sebagai founder anda juga harus terjun dan bertanya dengan para customer," ungkap Andry.

Masalah

Perjalanan PriceArea tidak semulus seperti yang dikira, pada pertengahan 2013, ranking PriceArea di Alexa sempat turun drastis. Hal ini disebabkan oleh perubahan desain layout dari tampilan baru PriceArea. Perubahan tampilan ini membuat SEO dari PriceArea berantakan karena banyak broken link di dalam websitenya,  ini menyebabkan jumlah pengunjung yang datang pun menurun.

price area startup ecommerce indonesia andry suhaili

Startup price comparison juga dikenal sebagai jenis startup yang mengandalkan organic traffic sebagai value creation strategy. Di 2013, Google juga mengeluarkan update yang menyebabkan website yang memiliki banyak duplicate content mengalami penurunan ranking di Google, nyaris semua price comparison di dunia mengalami penurunan ranking pada saat itu karena memiliki konten hasil scraping website lain. Pada saat kejadian ini, founder Startupbisnis juga sempat mampir ke kantor pricearea dan melakukan brainstorming tentang masalah SEO Pricearea.

 

Tetapi, pada akhirnya mereka bisa naik lagi dengan berbagai cara, seperti mengerahkan tim konten marketing untuk membuat konten review original dan meningkatkan SEO dan juga melalui Google Ads di mana PriceArea menghabiskan dana cukup besar untuk Google Ads.

Cara Menghasilkan Uang

Lalu, bagaimana PriceArea menghasilkan uang? Seperti yang dikatakan Andry, salah satunya adalah dengan sistem afiliasi di mana mereka bekerja sama dengan toko online seperti Lazada untuk membagi komisi sekitar 5 persen dari penjualan yang berasal dari PriceArea.  Setiap kunjungan yang menghasilkan konversi yang berasal dari PriceArea, mereka juga mendapatkan sedikit cipratan uang dari partner mereka. Selain itu uang juga berasal dari iklan google adsense yang berada di samping website. Tidak hanya itu, PriceArea juga menawarkan peluang bagi toko online untuk beriklan di halaman depan dimana biayanya beriklannya bergantung dari posisi beriklan. Yang pasti iklan di halaman bagian atas lebih besar dari bagian bawah.

Untuk menentukan biaya iklan ini, anda bisa menghitungnya dari jumlah permintaan dari si pengiklan, jika harga yang ditawarkan memang sesuai, sebaiknya anda terima saja. Cara lain untuk menentukan harga iklan bisa bercermin dari harga pasar.

Saran

Sebagai saran bagi entrepreneur lokal pemula, Andry mengajak supaya mereka bisa berpikir dengan lebih besar dan jangan mau kalah dengan entrepreneur luar negeri yang pemikirannya lebih besar juga. Dan sebagai tips untuk pitching ke investor, Andry mengatakan bahwa sebaiknya anda harus memiliki demo untuk ditampilkan ke para investor agar mereka yakin bahwa anda mempunyai keahlian dan berkomitmen kuat untuk menjalani bisnis tersebut. Menunjukkan success story dari bisnis model yang sama kepada investor juga bisa menjadi keunggulan anda di depan investor.

Sesuai dengan visinya, PriceArea ingin menjadi situs perbandingan harga terbesar di Asia Tenggara, itulah kenapa mereka memilih untuk dibeli oleh perusahaan lain agar visi ini bisa menjadi lebih cepat terwujud. Saat ini PriceArea sedang berencana berekspansi ke negara lain, dan yang paling dekat saat ini adalah Thailand.

 

Baca Juga:

Interview Dengan Fung Fuk Lestario Mengenai Cara Mengukur Valuasi Startup dan Perjalanannya dalam Membangun Lazada

Sakti Makki Membagikan Resep Sukses Dalam Membangun Brand Agar Dikenal Oleh Banyak Orang

Interview Dengan Tesong Kim: Mantan Direktur Rakuten Indonesia Yang Resign Untuk Membangun VIP Plaza di Indonesia

 



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | Amazon Wordpress | rfid blocking wallet sleeves


sumber : Perjalanan Andry Suhaili Membangun PriceArea Hingga Menjadi Situs Perbandingan Harga Terbesar di Indonesia

Baca selengkapnya di --> Perjalanan Andry Suhaili Membangun PriceArea Hingga Menjadi Situs Perbandingan Harga Terbesar di Indonesia



Share Artikel ini! »»

0 comments:

Post a Comment