Yang
patut diperhatikan dalam kuliah MBA ialah kita mempercayai kita diajari
untuk mengelola. Namun, menurut saya mustahil kita bisa belajar untuk
mengatur dan mengelola. Saya pikir cara belajar untuk mengelola adalah
dengan mengelola secara langsung. Jadi jika Anda berpikir bisa belajar
dan menguasai semua hal dan alat kuantitatif untuk mengelola sebuah
bisnis dalam waktu 2 tahun saja adalah hal yang sangat muluk-muluk dan
tidak masuk akal.
Saya
juga memiliki gelar MBA, tetapi saya tidak merasa MBA berkontribusi
banyak dalam karir saya sebagai entrepreneur dan venture capitalist.
Saya merasa lebih banyak belajar tentang bisnis di sebuah perusahaan
pembuat perhiasan yang dijalankan sebuah keluarga Yahudi. Aneh bukan?
Sebagai
mahasiswa MBA, Anda harus belajar finance berbulan-bulan , lalu model
statistik, dan sebagainya. Semua perhitungan itu mudah di atas kertas
tetapi tidak semudah kenyataannya.
Yang
terpenting bagi startup saat ini adalah teknologi. Lebih mudah untuk
mengajari orang teknologi ilmu penjualan, marketing, dan sebagainya
daripada mengajari lulusan MBA sains dan teknologi. (ap)
sumber : Menimbang Kontribusi Gelar MBA pada Kesuksesan Entrepreneur
Baca selengkapnya di --> Menimbang Kontribusi Gelar MBA pada Kesuksesan Entrepreneur
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment