Berjabat tangan. Mungkin banyak dari kita yang meremehkan pentingnya kebiasaan tersebut. Padahal beberapa studi menunjukkan bahwa berjabat tangan bisa membantu berbagai pihak yang telibat dalam negosiasi sampai pada sebuah kesepakatan dengan cara lebih efektif dan lebih cepat.
Seorang pemimpin bisnis umumnya sudah sadar kekuatan kesan pertama. Associate Professor di Harvard Business School, Francesca Gino mengatakan bahwa momen pertama bertemu seseorang adalah penilaian dasar bagaimana mereka merasakan satu sama lain.
Oleh karena itu, memberikan kesan pertama yang positif seharusnya menjadi prioritas sebelum memasuki proses negosiasi dan berjabat tangan adalah salah satu upaya memberikan kesan positif.
Gino melakukan riset tentang bagaimana berjabat tangan memberikan efek terhadap negosiasi. Ia menuliskan keterangan pada laporan hasil penelitiannya yang berjudul “Handshaking Promotes Cooperative Dealmaking”, bahwa perilaku nonverbal, salah satunya berjabat tangan, merupakan sumber informasi yang sifatnya ‘diam-diam’ untuk menilai apakah seseorang cenderung kooperatif atau malah bersikap antagonis selama negosiasi.
Gino juga menjelaskan bahwa berjabat tangan pada mula dan akhir sesi negosiasi dalam konteks berbagai budaya menunjukkan keinginan bekerja sama dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan pihak-pihak yang terlibat.
Dalam penelitiannya, Gino meminta para mahasiswa MBA-nya untuk bernegosiasi sebagai buyer dan seller dalam kesepakatan real estate rekayasa. Ia menginstruksikan setengah dari mahasiswanya untuk berjabat tangan sebelum negosiasi dan tidak memberikan instruksi apa-apa pada setengah mahasiswa lainnya.
Mengejutkan, setengah mahasiswa yang tidak diberi instruksi apa-apa sebagian besar tidak melakukan jabat tangan sebelum memulai negosiasi. Gino menilai perilaku tersebut bisa didorong oleh keadaan yang tegang karena akan dimulainya sesi negosiasi.
Dalam studinya yang lain, Gino melibatkan para mahasiswanya dalam peran negosiasi antara bos dan pencari kerja. Dengan teknis yang sama seperti negosiasi real estate, Gino menemukan bahwa separuh mahasiswanya tidak berjabat tangan sebelum bernegosiasi.
Dari studi ini ia menemukan bahwa berjabat tangan menginduksi keterbukaan yang lebih besar soal preferensi, isu-isu, dan hasil yang disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat.
Mengingat pentingnya berjabat tangan, coba ulas kembali kebiasaan Anda ketika bertemu dengan orang lain, terutama dengan mereka yang terkait dengan bisnis Anda. Apakah Anda sudah terbiasa berjabat tangan?
(Inc)
sumber : Ini Kebiasaan yang Harus Dilakukan Sebelum Bernegosiasi
Baca selengkapnya di --> Ini Kebiasaan yang Harus Dilakukan Sebelum Bernegosiasi
Share Artikel ini! »»
|
|
|
Tweet |
0 comments:
Post a Comment